Social Icons

Print Friendly and PDF

Tuesday, July 10, 2012

Free Software Cloning Harddisk di Linux

Cloning harddisk adalah proses untuk mengcopy seluruh harddisk atau bagian partisi pada harddisk, bisa disebut juga dengan duplikasi dari harddisk yang satu ke harddisk yang lain. Untuk mengcloning harddisk biasanya secara langsung disk to disk atau dibuat kedalam sebuah image file terlebih dahulu. Cloning harddisk dilakukan untuk backup system ataupun backup data. Jadi ketika terjadi kerusakan pada harddisk utama, kita bisa memiliki backup tanpa harus install ulang dari awal untuk system dan copy paste datanya.

Pasti anda sudah tidak asing lagi dengan software untuk cloning harddisk yaitu norton ghost dan acronis, kedua software ini memang power full untuk masalah cloning harddisk. Tetapi anda harus merogoh kocek yang lumayan untuk mendapatkan software tersebut. Mungkin dengan mencari crack merupakan jalan keluarnya. Tetapi penulis tidak menyarankan untuk melakukannya. Maaf bukan berarti penulis munafik, dulu memang cukup sering cari crack. Tapi sekarang sudah tobat, takut hak untuk penulis diambil juga sama orang lain, karena kita sering crack software buatan orang lain dan itu berarti kita telah mengambil hak orang/perusahaan tersebut. Ini berlaku bagi yang membuat cracknya maupun yang memakainya. he..he.. Peace ah

Untuk itu penulis menyarankan menggunakan software yang free diantaranya Macrium Reflect, Easeus Todo Backup, XXClone Free, Clonezilla, Ghost for Linux (g4l) dan masih banyak lagi, tinggal searching di google. He..he...

Kendala penulis untuk cloning harddisk yaitu software tersebut harus di download terus di install di komputer, dan ada juga harus di burn ke cd/dvd kemudian mengubah booting bios ke cd/dvd room, ini lumayan merepotkan. Faktor kendala utama bagi penulis adalah sistem operasi yang digunakan bukan windows, tetapi sistem operasi open source linux tidak menggunakan gui, hanya menggunakan command shell serta komputer berada jauh diluar kota penulis.

Penulis akhirnya searching kesana kemari mencari alternatif lain, namun kebanyakan referensi untuk cloning harddisk di linux, banyak menggunakan ghost for linux ( g4l ) dan clonezilla. Tanpa sengaja penulis menemukan Job Control Language di Wikipedia. Job Control Language ( JCL ) merupakan bahasa scripting yang digunakan pada sistem operasi mainframe IBM untuk menginstruksikan sistem tentang cara menjalankan pekerjaan batch. Setelah baca panjang lebar, dalam bahasa scripting tersebut ada perintah dd ( Data Description ). Perintah dd ini digunakan untuk convert dan copy file. Kemudian penulis menelusuri lebih dalam lagi mengenai perintah dd. Ternyata perintah dd ini sudah digunakan sejak pertengahan tahun 1980, itu pun kalau tidak salah menterjemahkan, maklum bahasa inggris penulis hanya mengerti back, next, cancel, yes, no, dan finish. he..he... Telah ditulis berulang kali, diterapkan pada beragam sistem serta sudah dilakukan pengujian. Perintah dd menjadi bagian dari paket instalasi pada distribusi Linux dan menjadi tools, command atau perintah yang sering digunakan pada level tingkat rendah pada Unix dan Linux untuk copy dan convert file.

Perintah atau command dd banyak digunakan untuk backup data karena dapat mengcopy atau duplikasi yang sama persis dari tiap byte harddsik dan menyimpan ke bentuk file image atau ke harddisk yang lain serta dapat restore atau recovery dari hasil backup.

Untuk lebih jelasnya langsung peraktek saja, perintah atau command yang ada disini sudah penulis coba dan hasilnya sangat memuaskan. Perintahnya sederhana dan selalu ada statement if dan of. If untuk input file atau sumbernya (source) dan Of untuk output file atau tujuannya (destination).

dd if=soure of=destination

untuk memastikan posisi harddisk gunakan perintah fdisk -l
Jika cuma ada /dev/sda berarti cuma ada satu harddisk, jika ada /dev/sda dan /dev/sdb berarti ada 2 harddisk dan seterusnya.

Cloning

dd if=/dev/sda of=/dev/sdb
ini berarti membuat cloning seluruh harddisk dari harddisk ke-1 /dev/sda ke harddisk ke-2 /dev/sdb


dd if=/dev/sda1 of=/dev/sdb1
ini berarti membuat cloning partisi harddisk dari harddisk ke-1 /dev/sda1 ke harddisk ke-2 /dev/sdb1


dd if=/dev/sda of=/home/pondoklukman/hd.img
ini berarti membuat cloning seluruh harddisk /dev/sda menjadi bentuk image disimpan di /home/pondoklukman


dd if=/dev/sda2 of=/home/pondoklukman/partisi2.img
ini berarti membuat cloning partisi harddisk di /dev/sda2 menjadi bentuk image disimpan di /home/pondoklukman

Restore
dd if=/home/pondoklukman/partisi2.img of=/dev/sda2
ini berarti merestore partisi di /dev/sda2 dari hasil backup yang ada di /home/pondoklukman


iso Maker
dd if=/dev/cdroom of=/home/pondoklukman/cdimg.iso
ini berarti membuat file iso dari cdroom di simpan di /home/pnodklukman dengan nama file cdimg.iso



Perintah lainnya yang belum sempat diuji oleh penulis.


Transfer via ssh
dd if=/dev/sda2 | ssh user@domain/ip "(cat > partisi2.img)"


Rescue file
dd if=file.avi of=rescue_file.avi conv=noerror


Menganalisa harddisk sesuai blok yang dipilih
dd if=/dev/sda2 count=1 skip=10000

Untuk melihat perintah yang lainya, baca di manualnya dengan cara, man dd.
Dengan adanya perintah atau command shell dd ini, penulis banyak terbantu, tanpa harus download dulu software lalu di install atau tanpa harus burn ke cd/dvd kemudian booting via cd/dvd room. Dan dengan command shell dd ini, bisa dilakukan dengan jarak jauh melalu remote ssh server dan tentunya Open Source sudah pasti Free. Selamat mencoba !

8 comments:

  1. keren gan...
    berkat tulisan agan langsung paham penggunaan perintah dd
    (y)

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah sudah bermanfaat. terima kasih sudah berkunjung sobat.

      Delete
  2. nice inpoh gan...
    cara ini klo dilakukan di mesin production gmn gan? perlu down time ga?

    ReplyDelete
  3. untuk meminimalisir down time, lakukan pada malam hari atau ketika mesin production tidak banyk di pakai.

    ReplyDelete
  4. gan pingin cloning os linux saya pernah ketik perintah ini diterminal, tapi kok ga da proses apa2 ya,,,trus coba ketik mo bikin iso juga ga ada proses apa2,, dimana salahnya gan,, mohon bantuannya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. maaf gan, tulisan ane tidak menampilkan prosesnya.memang gan proses cloning tidak terlihat. tp ketika agan sudah melakukan perintah misal
      [root@localhost ~] dd if=/dev/sda1 of=/dev/sdb1 kemudian [Enter]
      |

      kursornya pindah kebawah dengan tanda sedang proses kursor kedap kedip itu sedang proses cloning.

      Jika proses cloning selesai akan tampil seperti ini
      [root@localhost ~] dd if=/dev/sda1 of=/dev/sdb1
      40960000+0 records in
      40980000+0 records out
      20971520000 bytes (21GB) copied, 263.233 s, 79.7 MB/s
      [root@localhost ~]

      untuk memastikan cloning sedang proses coba buka terminal baru kemudian ketik perintah
      [root@localhost ~] top

      akan tampil seperti ini gan
      top - 12:10:25 up 21 days, 17:47, 4 users, load average: 0.36, 0.50, 0.65
      Tasks: 173 total, 3 running, 170 sleeping, 0 stopped, 0 zombie
      %Cpu(s): 2.9 us, 27.8 sy, 0.0 ni, 41.0 id, 25.3 wa, 0.0 hi, 3.0 si, 0.0 st
      KiB Mem: 3883776 total, 3766584 used, 117192 free, 1442576 buffers
      KiB Swap: 2938876 total, 63820 used, 2875056 free. 1296088 cached Mem

      PID USER PR NI VIRT RES SHR S %CPU %MEM TIME+ COMMAND
      7792 root 20 0 107920 624 532 R 56.9 0.0 0:06.37 dd [ini adalah proses cloning sedang berlangsung.]
      32 root 20 0 0 0 0 S 3.3 0.0 0:16.87 kswapd0
      6724 datin20+ 20 0 1892728 189196 18232 S 3.0 4.9 0:35.00 gnome-shell

      Delete